Di awal Era of Strife, umat manusia merupakan ras yang lemah di Land of Dawn. Mereka bekerja di seluruh penjuru dunia dan menciptakan sejarah mereka sendiri. Mereka adalah makhluk yang baik sekaligus jahat, mereka dapat hidup dengan cara keadilan, tetapi juga dapat mengkhianatinya Selain itu, mereka sendiri adalah gabungan dari cahaya dan kegelapan.
Potensi umat manusia telah ditemukan oleh golongan cahaya dan kegelapan. Untuk memperebutkan kepercayaan umat manusia, Endless War terjadi untuk yang kedua kalinya.Setelah lebih dari satu abad, ketika Brand masih merupakan seorang kepala keluarga dari keluarga Antalus, mereka adalah keluarga yang paling berkuasa.
Alice adalah anak perempuan bungsu Brun dibandingkan dengan keduanya yang hebat, Identitasnya sebagai seorang anak yang tidak sah membuat Alice kecil tidak pernah menghargai. Alice perlahan tumbuh di lingkungan yang jahat. Ia membenci semua orang , membenci takdir yang tidak adil, membenci “dewa munafik” yang keluarganya percayai, dan kegelapan tersebut terus menyebar di dalam hatinya.
Suatu hari, para prajurit yang kembali dari medan perang berkelahi untuk merebut hasil jarahan. Alice berdiri pada pojokan melihat mereka dengan tatapan dingin.
“Mengapa kalian membawa kembali sampah seperti ini? Benda ini sangat buruk dan merusak pandanganku.”
Seseorang berkata demikian sambil membuang sebuah manik ke tanah. Alice melihat ke arah benda tersebut, tetapi tanpa ia sangka, manik ini, yang tampak redup dan kusam untuk orang lain, bercahaya dengan warna merah mawar di mata Alice. Manik tersebut bergulir perlahan ke arah Alice, dan saat dia menyentuhnya dengan tangannya sebuah suara masuk kedalam pikirannya.
“Serahkan jiwamu, Alice. Terima kekuatan kami dan kamu akan memperoleh apa yang kamu inginkan.”
“Jika aku memperoleh semua yang aku inginkan, apa yang kau inginkan dariku?“
“Sangat sederhana. Yang kubutuhkan hanyalah keyakinan dan kepercayaan keluarganmu. Tinggalkan cahaya dan terjunlah ke dalam Abyss.“
Kepercayaan bukanlah masalah besar untuk Alice, tetapi dia mengingat janji yaitu Cahaya suci yang tidak pernah padam akan menghukum seluruh pengkhianat. Tidak ada yang mengetahui hukuman tersebut Ketika Alice ragu Simon sang kakak Alice menemukannya di pojokan. Dia mendatangi Alice dan mendorongnya hingga jatuh sambil berkata:
“kau orang yang tidak berguna sedang apa kau di sini?“
Melihat bahwa Alice tidak jawab, simon merebut benda yang Alice. Alice berusaha merebutnya kembali, tetapi dia menendangnya dengan keras. Dia melihat Alice yang telah jatuh ke tanah dan tidak bangkit lagi dan melanjutkan perkataannya,
”Kau sama seperti benda sampah tak berguna ini.”
Dia melemparkan manik sangat keras ke arah perut Alice. Rasa sakit yang dirasakan Alice membuatnya berteriak suara itu menarik perhatian semua orang di sekitarnya Gelak tawa memenuhi ruangan itu untuk beberapa waktu, dan Alice merasa seperti kehabisan nafas. Ketika suara tersebut memudar, seluruh penghinaan dan frustasi akhirnya berhenti, pada saat ini Dia berkata pada iblis itu:
“aku menerimanya dan kamu harus memberikanku kekuatan untuk menghabisi seluruh nyawa“
“Tentu saja, Alice.”
Suatu energi menciptakan suatu tanda hitam di belakang tangan Alice, dan kemudian menghilang alice menyimpan manik dan pergi dengan tenang.Brun sudah tua, tetapi penerus keluarga Antalus belum juga dipilih. Dari kedua anaknya, Simon yang lebih muda adalah sosok yang lebih disukai, dan anak tertuanya Colin kecewa atas keputusan ayahnya. Alice mengetahui bahwa ini adalah cara terbaiknya untuk melakukan rencananya.Alice diam-diam membuat kebencian antara kedua kakak-beradik tersebut, dan memisahkan seluruh anggota suku menjadi dua pihak yang terus bertarung.
Alice selalu tinggal di sisi Brun, bermain peran sebagai anak perempuan yang baik sementara menghasut Brun bahwa kedua anaknya ingin membunuhnya dan merebut kedudukannya sebagai kepala keluarga. Setelah Colin meninggal, Alice memutuskan untuk membunuh ayahnya dan mengambil tanggung jawab kepala keluarga. Pada waktu itu, keluarganya telah hancur Dia terus menghibur keluarga Antalus dan memperoleh dukungan serta kepercayaan sukunya. Melihat bahwa rencaananya telah berhasil. Mereka marah terhadap Lord of light. Dipengaruhi oleh Alice, mereka mendatangi altar, membuang benda-benda suci ke tanah dengan murka, dan membalas Lord of Light dengan perbuatan mereka sendiri.
Di saat di mana benda-benda tersebut dihancurkan sebuah cahaya yang sangat terang turun dari langi dan menembus tubuh seluruh anggota suku termasuk Alice. Di tengah kejadian, sayap berwarna hitam legam tumbuh dari badan mereka, dan taring yang tajam muncul dari mulut mereka. Ini adalah hukuman yang disebutkan dalam sumpah, kutukan yang tidak mampu dihapus. Mulai dari saat ini, mereka akan menjadi monster yang tidak pernah melihat matahari lagi. Setelah cahaya hilang, muncul tangan-tangan iblis yang bersimbah darah dari dalam tanah. keluarga Antalus diberkati “Eternal Life” oleh Abyss. Alice juga menerima kekuatan yang dapat mengambil seluruh kehidupan. Mereka menyadari bahwa mereka telah jatuh dalam kegelapan dan tidak akan lagi diterima oleh dunia. Alice memimpin sukunya untuk menyembah i Lord of Abyss. Setelah kejadian tersebut keluarga Antalus menghilang dari dunia untuk selamanya. Diengan kepemimpinan Alice, mereka bersembunyi dalam kegelapan dan menjadi pelayan Abyss yang paling setia.
Skill Alice
Pasif : Blood Ancestry
Blood Orb dihasilkan setiap kali minion lawan mati dan 2 Orb saat Hero lawan terbunuh di sekitar Alice. Menyerab Orb meningkatkan atributnya secara permanen.
Skill 1 : Flowing Blod
Alice menciptakan bola darah dan menembakan ke arah yang ditentukan, memberikan Damage kepada lawan dijalurnya. Alice akan segera berpindah ke lokasi bola darah ketika menggunakan Skill ini lagi.
Skill 2 : Blood Awe
Alice mengeluarkan hawa ledakan, memberikan damage kepada lawan dan menyebabkan efek Immobilize kepada mereka.
Skill 3 : Blood Ode
Alice membentuk area lingkaran yang memberikan damage kepada lawan yang berada di sekitarnya dan memulihkan HP untuk dirinya.

